Disusun Oleh :
SELI PURI ANDANI,S.Kom.,M.TI
Pengajar SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung
1. PENDAHULUAN
Implementasi kurikulum di
Indonesia telah mengalami berbagai perubahan dan penyempurnaan yaitu pada tahun
1947, 1964, 1968, 1973 tahun 2004, dan kurikulum 2006 pada tahun 2013
pemerintah melalui kementerian pendidikan nasional mengganti kembali menjadi
kurikulum 2013 dan pada tahun 2018
terjadi revisi menjadi Kurtilas Revisi (Ritonga, 2018)
Kebijakan Merdeka Belajar digagas
Menteri Pendidikan diharapkan menjadi solusi atas berbagai masalah yang
terjadi, terutama hal penetapan orientasi tujuan pendidikan. Kebijakan tentang
merdeka belajar muncul di era revolusi industry 4.0 dan society 5.0 saat ini.
Era revolusi industry 4.0 dan society 5.0 yang memiliki tantangan sekaligus
peluang bagi semua lembaga pendidikan di Indonesia. Pada konteks era revolusi
industry 4.0, syarat utama untuk maju dan berkembang sebuah lembaga pendidikan
harus memiliki daya inovasi dan berkolaborasi. Inovasi dan kolaborasi
diperlukan dalam era revolusi industry 4.0 dan society 5.0, jika tidak mampu
berinovasi dan berkolaborasi maka kemungkinan akan tertinggal. Sebaliknya,
sebuah lembaga pendidikan akan mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
dapat memajukan, mengembangkan, dan mewujudkan cita-cita bangsa dalam kebijakna
pendidikan yaitu membelajarkan manusia yang merdeka. Artinya, lembaga
pendidikan harus mampu menyeimbangkan sistem pendidikan dengan perkembangan
zaman.
Sesuai dengan kondisi Indonesia
saat ini yang baru saja melalui masa pandemi yaitu Covid-19 dan selaras dengan
perkembangan teknologi yang sangat pesat, maka diperlukan media pembelajaran
dengan memanfaatkan teknologi. Salah satunya adalah media pembelajaran daring
berupa video. Pemerataan pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi
seperti pembelajaran melalui digital learning yang saat ini tengah berkembang,
yang mana salah satunya berupa content knowledge berupa video pembelajaran
merupakan hal yang diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan
Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0 (Sari et al., 2022).
Kegiatan penerapan pembuatan
video dalam pembelajaran berbasis filmora untuk optimalisasi KBM Mata pelajaran
Informatika menuju implementasi
kurikulum merdeka. Diharapkan siswa-siswi mampu menjadikan keahlian Video editing
dengan berbasis Filmora mampu menjadikan keahlian tersendiri mengingat maraknya
video editing pada era digital sangat dibutuhkan dalam dunia IT.
filmora adalah salah satu dari
sekian banyak aplikasi editing video yang berkembang di seluruh dunia
(Nurpavitra & Sudjanarti, 2019). Filmora juga merupakan suatu aplikasi
editing video yang sederhana dan cukup ringan namun kulitas editing yang
dihasilkan cukup powerful (Chusyairi et al., 2020). Filmora menjadi salah satu
media yang menarik untuk dipelajari, karena cukup sederhana dan mudah
dipelajari untuk guru yang awam dengan IT (Heru Aliwardhana, 2021).
2. METODE
Penerapan penelitian ini adalah siswa siswi SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung yang masih duduk dikelas VII (tujuh). tinjauan pustaka Literatures review adalah uraian tentang teori, temuan dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari bahan acuan untuk dijadikan landasan kegiatan penelitian.
3. HASIL DAN
PEMBAHASAN
Kegiatan penerapan video dalam
pembelajaran berbasis filmora ini dilakukan dengan memberikan ajaran pembuatan
video pembelajaran untuk implementasi dari kurikulum merdeka di setiap kelas
untuk pelajaran informatika.
Setelah melakukan analisis
kebutuhan, tutorial ringkas yang berisi langkah-langkah proses pembuatan video
pembelajaran. Yaitu langkah- langkah editing menggunakan filmora. Pada Gambar berikut
ini merupakan tampilan dari langkahlangkah editing menggunakan filmora yang
telah dibuat untuk menjadi dalam proses
editing video.
Kelebihan Filmora
1.
Aplikasi ringan
2. Pengoperasiannya sangat
mudah
3. Proses editing bisa lebih cepat
4. Banyak efek yang tersedia
Kelemahan Filmora
1.
Tidak leluasa mengedit sesuai yang diinginkan, seperti mengedit menggunakan Adobe Premiere
2.
Karena ukuran programnya kecil, sobat perlu
mengunduh terlibih dahulu fitur efek yang diinginkan
Persyaratan System atau Spek Minimal
Filmora
Spesifikasi yang cocok dan Minimal untuk Membuka Filmora
adalah:
Sistem Operasi:
Windows XP/Vista/Windows 7/Windows 8/Windows 10
Prosesor:
Intel
atau
AMD Prosesor, 1 GHz atau
diatasnya
RAM: Minimal 2 GB RAM Fisik
Mari kita bahas
menu awal pembuka software filmora ini. pada saat ini kita menggunakan versi 8.7.xx pada awal
tampilan filmora ini akan di sediakan 5 menu.
a.
set rasio project
Disini kalian dapat memilih rasio video yang akan kalian edit mulai rasio 16:9 (full width) , rasio 4:3 (standar), 1:1 (instagram) dan rasio 9:16 (instastory). menu ini hanya terdapat di filmora 8.7xx ( menu 1:1 dan rasio 9:16) jadi jika kalian menanyakan di filmora versi 8.5 misalnya jelas tentunya kalian tidak akan dapat menemukannya.
b.
Menu Easy Mode
Disediakan
untuk kalian yang hanya membutuhkan editing video crop dan menggabungkan beberapa video saja. kalian bisa mengimpor file
dari beberapa sumber
c. Menu Instant Cutter
d. Menu Action Camera
Tools
Menu
fitur ini sediakan untuk kalian yang ingin mengolah video kalian yang telah diambil/ di shoot menggunakan action kamera bisa di edit
lebih optimal dengan fitur ini. atau
mengedit video yang sebelumnya telah kalian ambil
dengan mengedit secara
sederhana layaknya menggunakan kamera action karena ada beberapa menu didalamnya yang bisa
kalian coba satu persatu.
e. Menu Full Feature Mode
Fitur
ini disediakan bagi kalian yang benar - benar ingin mengedit file video dengan hasil yang baik dimana
di fitur ini kalian di dukung beberapa
fitur seperti text, element,
fiter, overlay, transition dll.
Berikut hasil penerapan video
dalam pembelajaran berbasis filmora :
DAFTAR
PUSTAKA
Heru Aliwardhana.
(2021). Upaya Meningkatkan Keterampilan Guru dalam Pembuatan Video Pembelajaran
Berbasis Power Point dan Filmora Melalui in House Training. AL-FIKRAH: Jurnal
Studi Ilmu Pendidikan Dan Keislaman, 4(1), 22–43. https://doi.org/10.36835/alfikrah.v4i1.109
Ghufron, M. . (2018).
Revolusi Industri 4.0: Tantangan, Peluang, Dan Solusi Bagi Dunia Pendidikan.
Seminar Nasional Dan Diskusi Panel Multidisiplin Hasil Penelitian Dan
Pengabdian Kepada Masyarakat 2018, 1(1), 332–337.
Yamin, M., dan
Syahri. 2020. Pembangunan pendidikan merdeka belajar (telaah metode
pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education. 6(1), h. 126-136
Gadner, Howard. 2007.
Multiple Intelligences. Jakarta: Bina rupa Aksara
Chaipar W, et al. ,
2013. Local Wisdom in the Environmental Management of a Community: Analysis of
Local Knowledge in Tha Pong Village, Thailand. Journal of Sustainable
Development. Vol. 6 No. 2.h.21-45









Tidak ada komentar:
Posting Komentar